Thursday, November 24, 2011

JAGA PERGAULAN

Bergaul dengan lingkungan yang baik akan membawa kita menjadi lebih baik.

beberapa hari yang lalu aku membaca renungan pagi, dan topiknya adalah menjaga pergaulan kita agar tidak terjerumus kepada pergaulan yang salah.
ibarat membeli goreng pisang, bila kita membeli goreng pisang di sebuah restoran tentunya akan jauh lebih mahal dibanding kita membeli goreng pisang di emperan jalan. ini dipengaruhi oleh tempat membelinya, dimana goreng pisang direstoran jauh lebih higienis dan bersih dibanding di emperan, walaupun darisegi rasa ndak akan jauh berbeda.


Demikian juga lingkungan pergaulan kita, kita akan lebih berharga bila kita juga bergaul dengan lingkungan yang berharga juga. Orang akan langsung menilai kita yang tidak baik bila kita bergabung dengan orang yang tidak baik juga. Hal ini pernah terjadi pada diri aku sendiri, dimana sewaktu baru pindah ke unit kerjaku saat ini, karena belum begitu mengenal situasi, aku sering berkunjung ke sebuah toko pakaian yang cukup besar di daerah ini. Niatnya sih marketing. namun ternyata sipemilik toko punya hobi yang ndak bagus di mata masyarakat, yaitu hobi menggoda anak gadis dan hobi di dunia malam. Setelah beberapa kali bergabung dengan si bapak, baru aku menyadarinya. untung tidak sempat terlambat. Namun beberapa nasabah yang lain saat berbicara dengan rekan dikantor sudah beranggapan bahwa aku sama dengan si bapak tadi. Padahal akU mendekati sibapak karenaa ingin memarketing produk simpanan kami. Namun beberapa nasabah yang lain sudah memberi cap yang tak baik untukku. Untung memang itu tidak berlangsung lama, karena aku segera menjaga jarak dengan si bapak

Pikiran kita juga akan mudah dipengaaruhi oleh pergaulan kita. Bila kita bergaul dengan orang yang punya pikiran maju, tentunya kita juga akan selalu punya pikiran yang lebih baik lagi. Bila kita gabung dengan orang yang senang sharing ilmu, tentunya kita juga tidak akan pernah pelit ilmu, seperti di blogger ini, senangnya berbagi ilmu. Namun kita selalu dekat dengan orang orang yang tidak mau kerja, tidak punya niat untuk maju, tentunya kita juga akan mudah dipengaruhi oleh pikiran mereka.

Seperti pisang goreng tadi, kita akan lebih berharga bila kita berada di lingkungan yang berharga, setuju?
Published with Blogger-droid v1.7.4

8 comments:

  1. harus pintar2 memilih pergaulan gitu ya

    ReplyDelete
  2. bentengi diri dengan iman yang kuat agar bisa berteman dengan siapapun namun tetap bisa berada pada koridor yang benar.. :D

    ReplyDelete
  3. setuju bangets mas, semua tergantung seberapa besar Iman kita untuk membentengi diri kita. Namun bila kita terlalu sering bergabung dengan lingkungan yang kurang "sehat" kita juga mudah terserang "penyakit" tul kan mas....heheh

    ReplyDelete
  4. tul mbak Fit, harus bijak dalam memilih teman

    ReplyDelete
  5. aku berteman dengan siapa aja, ambil yg terbaik dari mereka, berikan yang terbaik ke mereka
    jangan terpengaruh pada hal buruk

    ReplyDelete
  6. kalo kita mampu seperti itu sangat bagus mas, hanya saja, umumnya yang saya lihat, kita mudah sekali terpengaruhi oleh pergaulan kita. Mulai dari cara bicara sampai pemikiran kita, gampang sangat untuk terpengaruhi oleh pergaulan. Aku sendiri sebenarnya bukan tipe pilih-pilih teman, namun untuk hal kompak dan bersahabat aku selalu berusaha untuk bergabung dengan orang yang punya niat untuk maju dan sukses. (bagh...ini komen ato statment ya...hehehe)

    ReplyDelete
  7. betul sobat memang kita harus menjaga pergaulan, tetapi bukan berarti mebeda-bedakan teman. Tergantung pribadi personal masing-masing,

    Salam kenal sobat, yuk dukung persamaan hak bagi penyandang disabilitas di Indonesia, dan bagaimana pandangan Yadiebaroos terhadap penyandang disabilitas? ditunggu kunjungan baliknya ya.....

    Diskusi bareng disini Disabilitas Dan Pandangan Masyarakat

    ReplyDelete
  8. harus pilih2 teman yang positif...jangan samai kita terpengaruh hal2 buruk nantinya

    ReplyDelete

About Me

My photo

i want to make a friend for everyone.....

i'd love to be your friend