Showing posts with label mativasi kerja. Show all posts
Showing posts with label mativasi kerja. Show all posts

Wednesday, September 28, 2016

PENOLAKAN

Sekarang ini, orang-orang cendrung memikirkan diri sendiri, terlebih lagi cendrung memandang tidak penting kapada orang2 yang dinilai tidak menguntungkan. Apalagi dengan orang2 yang kurang sepaham dengannya, pasti akan cendrung melakukan penolakan.

Buat yang menolak, tentunya ini tidak masalah buat mereka, namun bagaimana yang merasa tertolak tersebut? Apakah orang yang menolak seseorang itu jauh lebih baik dari orang yang ditolaknya? apakah Orang yang ditolak tersebut tidak perlu diperhatikan perasaan dan kebutuhannya?

Apalagi terhadap orang yang pernah melakukan kesalahan dan telah mendapatkan hukuman atas kesalahannya tersebut. Orang tersebut telah mendapatkan hukuman, dan terus juga dihukum dengan penolakan-penolakan dari orang2 yang ada disekitarnya. 

Kadang kita memang tidak menyadari dengan hal tersebut, karena kita memang kadang cendrung menolak orang-orang yang tidak sepaham dengan kita, atau kita mungkin merasa risih bila bertemu dengan orang2 yang menurut kita perlu dihindari. Dan selalu kita membesar-besarkan masalah bila kita memiliki masalah dengan mereka. 

Tanpa kita sadari, terkadang penolakan yang kita lakukan tersebut mungkin dapat memberikan suatu efek yang kurang baik dengan kita, misal saja, orang yang kita tolak tersebut akan balik menyerang kita. Karena orang yang merasa tertolak biasanya cendrung untuk melakukan tindak kejahatan dari pada orang yang merasa mendapatkan ketenangan dari kita. Orang yang merasa tertolak, pasti akan selalu berupaya untuk dapat menunjukkan dirinya, bahwa dia sebenarnya tidak pantas untuk ditolak. Jadi baiknya, kita mencoba selalu bersahabat dengan setiap orang, namun jangan pernah orang tersebut mempengaruhi pendirian kita, biarlah kita dengan keyakinan kita, mereka dengan keyakinan mereka, Dan tidak perlu kita memaksa orang untuk mengikuti keyakinan kita, biarlah mereka menentukan sendiri keyakinannya. Aku rasa dengan begita, mungkin kedamaian akan selalu kita alami.

Wednesday, April 20, 2016

BERUNTUNGNYA PUNYA TABUNGAN BERENCANA

Dalam pengelolaan keuangan, tentunya kita tidak pernah lepas dari yang namanya Tabungan. Tabungan sangat diperlukan sebagai dana cadangan atau dana persiapan untuk masa depan kita yang lebih baik.

Menurut Undang-undang No 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan /atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

Sebagian orang beranggapan bahwa orang yang punya penghasilan lebih baru bisa menabung, sedangkan orang yang penghasilannya pas dikantong, kurang layak untuk menabung. Kalo saya boleh menilai, anggapan ini salah. Karena sebenarnya orang yang punya penghasilan pas-pasan juga bisa menabung, sepanjang tetap bertekat untuk menyisihkan penghasilannya sebagai Tabungan.

Diperbankan saat ini ada produk simpanan berjangka dengan jumlah setoran tetap setiap bulan. Kita dapat menentukan jumlah setoran setiap bulannya, dan berapa lama setoran tersebut kita laksanakan. Kalo di BRI ada yang dikenal Tabungan Britama Rencana dan Simpedes Impian. 

Jenis tabungan ini, menentukan jumlah setoran yang tetap setiap bulannya, dan dana yang dimasukkan ke tabungan ini bersumber dari tabungan utama/induk dari tabungan Britama Rencana ataupun Simpedes Impian ini, dilakukan dengan cara pemindahbukuan secara otomatis. Jadi jumlah dana yang ingin kita setorkan ke tabungan ini harus kita setorkan terlebih dahulu ke rekening induk kita. Buat rekan2 pegawai atau pekerja yang berpayrol di BRI dapat memanfaatkan langsung rekening Payroll. Namun tidak menutup kemungkinan buat rekan2 yang bukan pegawai dapat juga membuat tabungan ini, namun wajib menyediakan dana setorannya di rekening induk tabungan Britama Rencana atau Simpedes Impian ini. Dan pada saat pembukaan rekening ini, kita dapat menentukan berapa lama kita hendak menabung dan berapa besar dana yang akan dipindahbukukan ke rekening tabungan rencana kita. Jangka waktu yang dapat dipilih adalah mulai dari 1 thn s/d 10 thn.
Apa untungnya?
Tentunya tabungan tersebut dapat kita manfaatkan untuk biaya yang akan kita keluarkan di masa yang akan datang. Misalnya dana pendidikan, Pesta pernikahan, berlibur dan banyak lagi yang bisa kita manfaatkan dari dana tabungan tersebut.
Jadi temans, cobalah membiasakan diri untuk menabung, agar apapun keperluan kita dimasa depan, kita tidak terlalu bingung untuk mendapatkan dananya. 

Wednesday, January 13, 2016

KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN

Setiap orang pengen behasil. Tidak ada orang yang berharap gagal. Karena kegagalan adalah sesuatu hal yang sangat menyeramkan buat manusia, Ibarat setan yang sangat menakutkan. Sehingga tidak semua manusia sanggup dalam menerima kegagalan tersebut. Hanya sebagian kecil orang saja yang mampu menerima kegagalan dan menganggap kegagalan tersebut adalah suatu sarana yang terbaik untuk belajar dan mempermudah untuk mencapai keberhasilan.

Dan keberhasilan adalah hal yang sangat dirindukan oleh semua orang. Orang akan lebih bersemangat dalam hidupnya bila dia merasa sudah berhasil melakukan pekerjaannya. Dan hasil yang didapatkan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh nya.

Orang yang merasa dirinya gagal, sangat mudah untuk putus asa. Selalu merasa menjadi orang yang tidak beruntung ataupun orang sial.

Namun orang yang berhasil selalu membanggakan keberhasilannya dan cendrung untuk menunjukkan kesombongannya, walaupun tidak semua orang yang berhasil tersebut bertindak seperti itu, namun kebanyakan orang berhasil melakukannya.

Apapun itu, setidaknya kita harus mampu lebih bersyukur, orang yang gagal kiranya juga mampu untuk bersyukur agar tidak ada kata putus asa, dan dapat belajar dari kegagalan agar mempermudah mendapatkan keberhasilan. 
Orang yang sudah berhasil juga perlu untuk bersyukur lagi, agar tidak sombong dan mau membantu teman yang kurang beruntung atau belum berhasil dalam kehidupannya. 



Thursday, August 20, 2015

HOREEEEE NAIK GAJI

Menjawab meningkatnya kebutuhan biaya hidup, maka perusahaan tempat aku bekerja telah mengeluarkan SK kenaikan gaji buat seluruh pekerjanya. Hal ini patut untuk disyukuri, (walaupun besaran kenaikannya belum diketahui secara pasti) Dan sangat berharap kenaikan yang diterima sangat sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar.

Gaji ataupun upah, yang sebanding dengan kebutuhan adalah dambaan setiap pekerja. Karena bekerja semaksimal mungkin tanpa dibarengi dengan gaji yang sepadan, sangat memungkinkan menurunkan tingkat produktifitas seseorang. Terkadang Gaji/Upah dipakai sebagai ukuran seseorang dalam mencari pekerjaan, jika upah yang dijanjikan dirasa tidak sebanding dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang diembankan sepertinya pekerjaan itu tidak akan pernah menjadi pekerjaan yang favorit. 

Memang ada sebagian orang yang tetap mau bekerja pada suatu perusahaan walaupun terkadang upah yang diterima tidaklah mencukupi. Mungkin pengaruh sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan dan meningkatnya tuntutan hidup, sehingga pekerjaan dengan upah kecil juga dapat dilakoni. Namun tidak jarang juga kita melihat orang2 yang sudah punya penghasilan besar namun masih juga merasa kurang sehingga terkadang mereka melakukan suatu pekerjaan yang melanggar hukum untuk menambah pendapatan mereka. Seperti contoh para pejabat kita yang masih juga melakukan tindak pidana korupsi. 

Terkadang kita merasa heran melihat para pejabat negara yang korup tersebut, punya upah yang besar namun masih juga melakukan tindakan2 yang sangat merugikan masyarakat. Memang sifat manusia yang tetap saja merasa kurang ataupun tidak pernah merasa puas akan apa yang telah dihasilkannya. Namun sudah sepantasnyalah mereka tidak melakukan tindakan seperti itu bila memang mereka mau bersyukur dan tetap menimbang antara pengeluaran mereka dengan pemasukan mereka. Kadang kita melihat seorang Pegawai dengan golongan gaji menengah, tapi memiliki mobil yang serba mewah, memang bisa saja dia punya penghasilan sampingan yang lebih besar dari gaji mereka, kalo seperti itulah kenyataannya saya rasa wajar. Namun yang sangat disayangkan mereka tidak punya penghasilan tambahan lain selain gaji mereka, namun mereka merasa pantas untuk memiliki barang mewah. Ini yang terkadang membuat mereka dapat memaksakan diri untuk menambah penghasilan dari tindakan korupsi untuk memenuhi keinginan mereka tersebut. 

Intinya memang kita tetap harus bersyukur atas segala pendapatan kita, dengan bersyukur tentunya kita akan pintar untuk mengukur kemampuan kita mengatasi hasrat memiliki suatu barang yang belum pantas untuk kita miliki. Dan dengan bersyukur juga kita bisa lebih menghemat dan mampu menyisihkan sebagian pendapatan kita sebagai tabungan dan sebagai sumbangan kita kepada orang yang lebih memerlukannya. 

Saturday, August 15, 2015

AYO KERJA

Tak terasa 2 hari kedepan kita akan memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 70. Hari yang begitu bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memeriahkan peringatan 70 tahun Kemerdekaan tersebut. Tidak ketinggalan juga kota tempat tinggal ku ini, Kota Kabanjahe tercinta.

Banyak pemandangan baru yang nampak di kota tercinta ini, semua gedung perkantoran telah dipasang umbul-umbul dan list merah putih disekeliling gedung kantor. Dan aku sangat yakin pasti pemandangan yang tak berbeda juga ada dikota teman2 semua. 

Namun thema HUT ke 70 Kemerdekaan kali ini menurutku sangatlah singkat dan unik, hanya 2 kata, namun mengandung ajakan yang mungkin sudah lama tidak kita laksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh. 

"AYO KERJA" sepertinya suatu ajakan yang menunjukkan selama ini mungkin kita sudah tidak lakukan lagi dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Mungkin selama ini kita sudah merasa bekerja, dan tidak bermalas-malasan, namun mungkin pekerjaan yang kita kerjakan belumlah maksimal dan mungkin kita selalu bekerja dengan penuh keterpaksaan. Tanpa adanya rasa ikhlas dalam melakukan pekerjaan kita. 

Semangat kerja yang diharapkan pemerintah pada era saat ini bukanlah hanya sekedar kerja atau bisa dikatakan kerja asal-asalan. Namun sangat diharapkan kerja yang benar-benar memberikan suatu kontribusi yang terbaik untuk pembangunan Negara Indonesia. Sering kali kita melihat, banyaknya para pekerja kita yang hanya mau bekerja dengan santai tapi sangat mengharapkan hasil yang besar. Inilah suatu moral bangsa ini yang sangat perlu untuk mendapatkan perubahan sikap. Dan hal tersebut hanya didapat bila kita memang benar-benar sadar, bahwa bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, namun berguna bagi orang lain dan terlebih-lebih untuk negara ini.

Manusia yang mengatakan dirinya berkeyakinan kepada Tuhan, sangatlah mustahil untuk melakukan suatu pekerjaan dengan asal-asalan, karena bekerja adalah juga suatu amanat yang kita dapatkan dari perintah agama yang kita anut masing-masing. 

Sepertinya aku belum menemukan suatu ajaran agama yang mengajarkan umatnya untuk bermalasan dan tidak melakukan suatu pekerjaan sekecil apapun itu. Jadi menurutku selain kita mematuhi ajakan pemerintah, kita juga sudah menjalankan perintah Yang Maha Kuasa, bila kita melakukan pekerjaan kita dengan sungguh-sungguh.

So pals, let do the best thing for our Country......Merdeka


Sunday, April 26, 2015

FOKUS

Tidak terasa aku sudah hampir 1 bulan belum update blog, terasa ada yang mengganjal di hati, setiap lama ndak update tulisan, bukan lebay pals, tapi memang begitulah adanya. Mungkin disebabkan terlalu banyak ide di otak ini yang belum sempat dituangkan pada tulisan di blog. Inilah susahnya kalo masih punya pekerjaan lain selain blogging. 

Fokus pada satu bidang kerja, mungkin ini adalah masalah yang harus bisa kuatasi saat ini. Pada pekerjaan kantor saja sungguh masih banyak yang harus kuselesaikan, karena hampir semua pekerjaanku menggantung alias tertunda. Mulai dari pengarsipan, pelaporan dan masih banyak sekali yang lainnya. Satu kerjaan blm selesai, pekerjaan lainnya sudah datang lagi. Dan ndak tanggung2, semua membutuhkan waktu deadline yg mepet. 

Makanya sekarang pikiran terasa mumet, mikirin kerjaan yg tertunda tersebut. Tapi kalo dipikirin aja ndak akan mungkin selesai yah. Harus dikerjakan juga baru bisa selesai. 

Sekarang aku harus siap untuk kena tegoran, karena aku akan coba selesaikan satu-satu alias fokus kepada satu kerjaan, walaupun harus menunda kerjaan yang lainnya, agar bisa selesai dengan lebih baik. Dan memang terasa lebih asyik dan mudah ngerjakannya dengan cara fokus ke satu kerjaan sampai tuntas, walaupun ya seperti aku sampaikan td, harus siap untuk kena tegor atas tertundanya kerjaan yg lain.

Semoga rekan2 tidak mengalami hal yang sama denganku. Amin.

Saturday, March 28, 2015

PENGARSIPAN




Setiap bidang pekerjaan pasti tidak pernah lepas dari sebuah pengarsipan. Pengarsipan ini sangat diperlukan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan kedepan. Dan dengan sifat manusia kita yang mudah lupa, pengarsipan ini sangat membantu kita untuk dapat mengingat kembali segala keputusan kita yang telah kita buat beberapa waktu yang lalu. 

Setiap hari berkas-berkas yang perlu untuk diarsipkan itu pasti bertambah, dan tidak akan pernah berkurang. Baik itu surat-surat yang masuk, surat yang keluar, ataupun segala Catatan kegiatan pekerjaan kita adalah suatu hal yang sangat penting untuk kita arsipkan. Bila kita lalai dalam menjalankan pengarsipan ini, tentunya suatu saat akan sangat menyulitkan kita untuk menemukan arsip yang kita butuhkan tersebut.

Ini adalah pengalamanku pribadi di kantor. Biasanya aku memang menganggap sepele akan pengarsipan ini. Namun beberapa waktu yang lalu aku sangat kesulitan didalam mencari arsip surat keluar, Karena aku harus membuktikan kepada atasan, bahwa surat itu sudah pernah dibuat dan diterima oleh teman-teman di unit kerja lain. Namun karena unit kerja tersebut tidak menanggapinya sehingga pekerjaan tersebut menjadi terbengkalai. Dan pimpinan pun merasa tidak ada kepedulianku terhadap masalah pekerjaan tersebut sebagai Contact Person dari bidang pekerjaan tersebut. Dan hebatnya teman di unit kerja lain tersebut pun berdalih dan buang badan kepada atasan dengan menyebutkan tidak pernah menerima surat Nota Dinas dariku untuk penyelesaian pekerjaan tersebut..sungguh terlalu. Padahal jelas sekali surat Nota Dinas tersebut telah dikirimkan dan dibuat tanda terima. Namun tanda terima tersebut tidak dapat menjadi pembelaanku terhadap atasan tanpa ditunjukkan arsip tindasan dari Nota Dinas yang kubuat tersebut. Sejak saat itu memang akhirnya aku sangat menyadari akan pentingnya pengarsipan. Dan merasa perlu ada perubahan dari sikap cuek akan pengarsipan menjadi lebih rajin dalam mengarsip.

Pengarsipan ini juga sangat diperlukan didalam kegiatan rumah tangga. Faktur pembayaran tagihan, baik itu tagihan listrik, air dan telpon juga sebenarnya perlu untuk diarsipkan, begitu pula dengan bon faktur pembelenjaan rumah tangga kita, agar kita bisa memantau dan mengawasi jumlah pengeluaran rutin tersebut. Jadi dengan lengkapnya arsip tersebut kita bisa lebih mudah untuk membuat keputusan terbaik dalam rumah tangga kita. Terlebih dalam keputusan keuangan rumah tangga. 

Jadi pals, mulailah dari pengarsipan yang kecil-kecil dulu, lama kelamaan kita pasti akan terbiasa dan sangat menguntungkan kita dalam membuat keputusan di segala bidang pekerjaan kita. Selamat mencoba pengarsipan tersebut dan Mejuah-juah......

Wednesday, March 18, 2015

MEJUAH-JUAH

Dalam bahasa karo, salam ini, dapat diartikan sebagai "salam sejahtera buat kita semua". Jadi aku rasa ndak ada salahnya bila aku nyebutin kata "mejuah-juah" buat semua teman ngeblog di seluruh jagad maya. 

Memang rasanya juga tak ada salahnya ya, bila kita juga saling mendoakan agar semua kita bisa damai sejahtra, agar jangan hanya kita sendiri saja yang merasa penting untuk damai dan sejahtera. Orang disekitar kita juga perlu merasa kesejahteraan tersebut. 

Memberikan salam yang dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan buat yang menerima salam tersebut adalah suatu hal terindah yang perlu untuk kita lestarikan atau kita budayakan. Karena dengan salam yang indah tersebut, org yg menerima salam itu merasa tentram dan senang bertemu dengan kita. 

Berbeda dengan setiap bertemu orang kita memberikan salam yang membuat suasana hati panas, tentunya itu tidak baik untuk pergaulan dan kenyamanan dalam berteman. Keinginan untuk mendapatkan kedamaian tersebut juga tidak akan pernah bisa tercapai. Kata-kata indah yang menyenangkan tersebut memang berhubungan dengan suasana hati kita. Bila memang suasana hati sedang galau, kita merasa canggung untuk memberikan salam indah tersebut, karena hati kita merasa tidak tentram dan kadang merasa tidak perlu memberikan salam tersebut.

Namun sebenarnya tidak perlu hal tersebut terjadi. Karena walau kita memang dalam suasana hati yang kacau, bila kita mau memberi salam yang indah kepada orang lain disekitar kita, sedikitnya perasaan hati kita yang tidak baik tersebut dapat sedikit terobati.

Jadi salam yang indah, tidak hanya berguna buat ketenangan hati orang lain, tapi sangat berguna juga buat diri kita sendiri.


Thursday, January 29, 2015

PERUBAHAN

Selama kehidupan masih berlangsung, sudah pasti perubahan demi perubahan pasti akan mengikutinya. Sekarang memang kita harus siap untuk menerima perubahan tersebut. Apakah kita hanya bertahan dengan sistem sebelum perubahan itu, dengan mengatakan bahwa sudah merasa nyaman dengan sistem yang lama, atau mau mencoba sistem yang baru.

Kita memang selalu mau bertahan pada kondisi yang nyaman, enggan untuk meninggalkan kenyamanan itu, dan selalu merasa perubahan itu tidak penting atau merepotkan. Namun disadari atau tidak perubahan itu adalah sesuatu hal yang patut kita ikuti untuk kemajuan kita. Tanpa adanya perubahan tidak akan ada kemajuan dalam hidup kita. Karena perubahan itu adalah sesuatu hal yang penting yang harus terjadi dalam hidup kita. 

Dibagian mana ya dalam hidup ini yang tidak ada perubahan sama sekali? Dan bila kita bayangkan bila tidak ada perubahan dalam hidup kita, rasanya pasti hidup ini hambar, ndak nikmat. Coba bayangkan kalo sekarang kita harus nonton tv yang hitam putih, tentunya tidak akan asyik nontonnya khan, untung sekarang sudah ada teknologi LED, nonton jd lebih seru, dan menyegarkan mata. Dan coba bayangkan juga kalo kita kemana-mana harus naik kuda kayak orang jaman dulu, tentunya kita ndak mungkin khan sarapan di medan, makan siang di jakarta tidur di Bunaken ( Soalnya perjalanan medan-bunaken harus transit di jakarta), intinya kita perlu perubahan. 

Nah, kalo diatas itu adalah perubahan secara fisik, bagaimana pula perubahan pada pribadi kita? Kita tidak mungkin mengikuti perubahan tersebut, tanpa mau merubah watak dan prilaku kita. Tentunya yang dimaksudkan disini adalah perubahan menuju pembaharuan yang lebih baik. Berubah dari pemalas menjadi yg rajin. Berubah dari suka nggosip dan ngomongin yg ndak benar menjadi ngomongin yg baik2 aja. Merubah pikiran negatif kita menjadi mikir positif. Perubahan yang seperti ini memang kadang sulit untuk dilakukan. Merubah watak, merubah kebiasaan yang buruk sangat membutuhkan tekad yang bulat. Tekad dan niat belum tentu sejalan dengan tindakan, karena bisa saja kita sudah bertekad dan berniat, namun dalam pelaksanaannya selalu menghadapi kendala besar. Seperti penanganan korupsi di negri kita ini, sepertinya korupsi di negri kita ini sudah menjadi watak (maaf kalo aku salah), karena pelakunya bukan hanya kalangan atas saja, kalangan bawah juga ada korupsi kecil2an, bukan hanya orang yang tak punya uang saja yg korupsi, orang yang sudah punya gaji besar pun tetap korupsi, jadi korupsi sepertinya sudah menjadi hal yang biasa, dan nyaman untuk dilakukan. 

Maka itu, kita memang perlu perubahan dimulai dari diri kita sendiri, jng mengharapkan orang lain lebih dahulu berubah baru kita berubah, namun mulailah dari diri sendiri dan mudah2 an banyak pengikut kita nantinya. 
SAATNYA BERUBAH!!!!!!!!

Tuesday, December 2, 2014

PROVOKATOR VS MOTIVATOR

Senang rasanya bisa nulis lagi di blog ini, setelah bertapa beberapa bulan, akhirnya aku punya kesempatan untuk nulis lagi. Terima kasih buat semua teman blogger yang sering mampir ke blog ini, namun belum melihat ada postingan baru di blog ini. seperti ndak berpenghuni aja, hehehehe makasih banyak ya pals.

Semangatku menulis timbul lagi setelah aku mulai untuk BW lagi. Membaca postingan teman2 walaupun ndak sempat ninggalin komentar, ternyata aku sadar bahwa, aku sudah banyak ketinggalan berita. Postingan dari teman2 lah pula yang memberikan semangat dan memberi motivasi untukku mulai nulis lagi.

Memotivasi berarti memberi dan mengarahkan orang lain untuk menjadi lebih baik lagi dari sekarang. Kata2 motivasi sangatlah baik untuk meningkatkan gairah buat orang lain. Gairah untuk berbuat lebih baik lagi, bertindak dengan baik dan tentunya akan mencapai hasil yang terbaik pula. Motivator adalah orang yang mampu menimbulkan semangat baru untuk lebih baik tersebut. Namun bila menurutku, motivator yang terbaik untuk diri kita adalah kita sendiri. Sehebat apapun kita mengikuti ceramah2 tentang motivasi, namun bila diri kita sendiri tidak mampu menggerakkan hati kita menuju yang lebih baik, tentunya hal tersebut akan menjadi sia-sia. Memotivasi diri sendiri, mungkin saja awalnya ditimbulkan dari rasa iri, namun iri disini tentunya keirian yang ditujukan kepada hal2 yang baik. Kita boleh iri namun biarlah rasa iri tersebut memberikan dorongan buat kita untuk melakukan lebih baik lagi dengan cara2 yang baik pula.

Provokator serupa tapi tak sama dengan motivator,  sama-sama mampu memberikan semangat kepada orang lain, namun biasanya provokator lebih ke arah yang tidak baik. Provokator cendrung menimbulkan perselisihan. Provokator mengarahkan orang lain agar mau melawan pihak lain dengan cara-cara kasar. Cara2 yang mengganggu ketentraman orang lain. Sehingga orang yang berhasil di provokator, tergerak hatinya untuk melakukan pemberontakan.

Provokator biasanya menghilang ataupun buang badan setelah orang yg berhasil di provokasi melakukan tindakannya. Berbeda dengan motivator, yang selalu siap sedia untuk memberi semangat bila semangat kita kembali down.

Jadi pals, jangan mau jadi provokator atau di provokasi ya, karena biasanya kita sendiri yang menanggung akibat buruk provokasi tersebut, sang provokator pasti akan segera menghilang, segelah kejadian yang gak bener terjadi.

Wednesday, December 12, 2012

MANDIRI

Apa sebenarnya maksud dibalik kata "mandiri" ini menurut rekan semua? Apakah kita semua sudah dapat menjamin, bila kita sudah mandiri? Yang pasti aku tidak sedang mempromosikan sebuah Bank Plat Merah yang ada di negri tercinta ini pals. 

Atau mungkin ada yang memplesetkan kata mandiri tersebut dengan "mandi sendiri". Tapi mungkin, bisa juga ya sama dengan mandi sendiri dimana kita tidak perlu untuk dimandiin lagi sama ortu kita khan. Maksudnya, kita bisa untuk mandi sendiri tanpa dimandiin, atau lebih bisa menentukan sikap kita sebagai orang yang dewasa untuk membuat suatu keputusan yang terbaik, melakukan yang terbaik dan tentunya memperoleh hasil yang terbaik pula.

Faktor usia tidak dapat menjadi patokan atau ukuran seseorang dalam kemandiriannya. Karena masih banyak juga orang yang sudah dewasa bahkan sudah menikah masih selalu bertopang tangan kapada orang lain. 

Saya pernah mengenal seorang pria yang sudah berkeluarga dan punya tanggung jawab hidup terhadap keluarganya, selalu bertopang tangan kepada orang tuanya. Sampai-sampai setelah orang tuanya meninggal, dia hampir kehilangan akal sehat karena tidak ada lagi yang memberikan subsidi kepadanya.

Saya juga megenal beberapa pekerja yang bekerja dilingkungan pekerjaan saya, yang selalu harus diawasi dan harus selalu diperintah dalam melakukan pekerjaannya. Bila tidak ada perintah atau pengawasan, si pekerja lebih senang bengong dan bila diberikan suatu pekerjaan yang baru, dia mudah panik dan membiarkan pekerjaan tersebut menjadi terabaikan.

Jadi memang sifat mandiri ini diperlukan, agar kita tidak terlalu tergantung kepada orang lain, memang tidak tertutup kemungkinan kita disuatu saat membutuhkan bantuan orang lain. Namun sebaiknya itu kita lakukan bila kita memang menemukan jalan buntu dalam mendapatkan hasil dari apa yang kita kerjakan.

Seorang yang mandiri tentunya lebih mudah untuk mencapai keberhasilan dibandingkan dengan orang yang sangat tergantung kepada orang lain. Jadi pals, sudah layaklah kita untuk mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kita, kita dapat bergantung kepada orang lain bila kita memang benar-benar tidak mampu untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Jangan hanya berpangku tangan dan menunggu diarahkan oleh orang lain baru kita mulai bekerja.


Friday, August 31, 2012

GIVE AND TAKE


Dijaman yang serba komplit pada masa ini, banyak sekali pekerja dan pengusaha yang kurang mampu untuk bertahan didalam menghadapi persaingan-persaingan dunia usaha saat ini. Persaingan dunia usaha tersebut memaksa kita untuk selalu lebih meningkatkan kinerja dengan sebaik-baiknya agar tidak kalah didalam persaingan tersebut. 

Kalo dulu, sebelum banyaknya terjadi persaingan di dunia usaha, dimana masih dominannya pihak-pihak yang memonopoli dunia bisnis, kita lebih sering mendengar istilah “Take and Give”. Dimana kita harus mendapat keuntungan terlebih dahulu dari costumer kita, baru setelah itu kita memberikan keuntungan bagi mereka. Bila Costumer tidak menguntungkan, maka usaha kita juga tidak akan memberikan apa-apa bagi mereka.

Tuesday, July 17, 2012

LIDAH

Selain berfungsi  sebagai indra pengecap, lidah juga sangat membantu kita untuk mengunyah makanan. Dan fungsi yang paling sering kita gunakan adalah untuk berbicara. Lidah akan membantu kita untuk membangun sebuah kata-kata. Perkataan yang disampaikan lidah inilah yang dapat memberikan dorongan kepada seseorang atau malah mematikan seseorang.

Lidah itu ibarat pisau. Pisau sangat berguna bila kita gunakan didapur untuk memotong sayuran, memotong ikan/daging, atau banyak lagi kegunaan dari pisau. Sementara pisau juga dapat digunakan sebagai pembunuh manusia, atau melukai manusia. 
Lidah, yang digunakan untuk berkata-kata dengan baik, akan selalu membantu banyak orang untuk segera sembuh dari segala jenis penyakit yang sedang diderita olehnya, terutama sakit hatinya. Dapat juga membantu orang lain untuk menuju kesuksesan yang mereka harapkan. Namun lidah yang berkata-kata kurang baik dapat menghancurkan masa depan seseorang dan bahkan dapat menghancurkan kenyamanan orang lain. Bahkan tidak sedikit kita temukan orang yang bunuh diri hanya karena tidak tahan mendengar perkataan-perkataan orang lain.

Lidah jugalah yang kita pakai agar kita mampu menjual diri kita dengan sebaik-baiknya. Karena seperti yang aku katakan sebelumnya, bahwa lidah kita gunakan sebagai alat yang membantu kita berbicara. 

Lidah biasanya berhubungan langsung dengan hati dan pikiran kita. Sedikit banyaknya apa yang kita bicarakan adalah apa yang ada di pikiran kita, bila pikiran kita bersih jelas yang kita bicarakan pasti hal-hal yang bersih dan baik, namun bila hati kita kotor, tentunya kata-kata yang kita ucapkan juga kotor dan dapat mematikan orang lain. Walaupun kadang kita menemui orang yang lidahnya manis namun hatinya kotor itu menandakan bahwa orang itu orang yang munafik.  

Kesesuaian lidah dengan hati dan pikiran sangat diperlukan agar kita dapat menjual diri kita dengan lebih mahal. Jangan pernah mencoba menyanggupi suatu pekerjaan sementara hati kita seperti menolak pekerjaan tersebut, dan mungkin dengan cara demikian kita juga dapat mematikan karir teman yang sebenarnya mampu untuk mengerjakan pekerjaan tersebut.  Ada sebagian orang yang selalu meng"iya"kan permintaan atasan akan suatu pekerjaan, hanya untuk mencari muka kepada atasan, padahal sebenarnya dalam hatinya merasa dia tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kan tidak ada salahnya kita merekomendasikan teman sekerja kita yang kita ketahui mampu mengerjakan pekerjaan tersebut, itulah fungsi lidah kita untuk berbicara. 
Dengan berkata-kata yang baik kita sendiri sebagai "yang punya lidah" akan merasa tentram. Coba impal bayangkan bila kita berbicara suatu kepalsuan terhadap seseorang, tentunya kita tidak akan pernah merasa nyaman bukan. Dan betapa senang dan bangganya kita bila hasil rekomendasi kita, hasil perkataan kita atas seseorang, sehingga seseorang tersebut dapat mencapai suatu kesuksesan.

Nah pal. Sekarang sudah saatnya kita sesuaikan lidah kita dengan hati kita, dan alangkah indahnya kita bila kita bisa berkata-kata dengan baik dan memberikan kata-kata yang dapat mendorong orang lain menuju kesuksesan yang mereka harapkan.

***ooOoo***

Impal : bagi suku Karo, ini adalah panggilan akrab kepada teman-teman dekatnya, biasanya ini digunakan untuk suku karo yang berlainan marga, baik yang berjenis kelamin laki-laki to perempuan atau kepada lawan jenisnya, maksudnya laki-laki kepada laki-laki juga dapat memanggil impal, laki-laki kepada perempuan juga boleh memanggil impal sepanjang mereka berlainan marga. Kalo di dalam pergaulan biasanya sesama suku karo memanggil teman akrabnya yang berlainan marga dengan sebutan "pal" yaitu kata impal yang disingkat. dan orang yang berimpal yang berlainan jenis kelamin dapat saling berpacaran/menikah. kalo sesama jenis dilarang keras ..heheheheh
 

Sunday, July 15, 2012

Jual Diri???

Apa? Aku harus bisa jual diri? Apa yang ada dibenak impal/sobat semua, bila ada yang mengatakan anda harus "Jual Diri" biar bisa sukses.

Kadang kita selalu berpikir negatif waktu memaknai arti kata jual diri. Yang ada dipikiran kita adalah orang-orang yang gagal dalam kehidupannya (biasanya kaum perempuan) yang lalu "menjajakan" tubuhnya kepada orang lain. Memang ngak salah juga sih. Namun menurutku itu adalah sisi negatif dari kita untuk memaknai arti kata "jual diri" tersebut dan itu diartikan secara fisik saja. Tapi sebenarnya ada makna yang lebih mendalam tentang "Jual Diri" ini. 

Jual diri yang kumaksudkan disini adalah bagaimana kita dapat memperkenalkan diri kita kepada orang-orang yang ada disekitar kita, sehingga orang lain dapat dengan jelas mengenal siapa kita, apa kemampuan kita dan apa kemauan kita.  


Kemampuan dalam menjual diri, sangatlah diperlukan saat kita melakukan pembicaraan ataupun wawancara. Mengapa banyak sekali orang yang mencoba meramal pekerjaan dan setelah melewati test tertulis sesulit apapun dan ternyata kalah pada saat wawancara. Bagitu juga pada saat wawancara kenaikan jabatan. Karena kurang mampunya seseorang tersebut untuk menjual diri mereka sehingga para pewawancara tidak dapat menemukan apa sebenarnya yang menjadi keinginan peserta wawancara tersebut. 


Didunia kerja, kemampuan menjual diri ini bukan hanya diperlukan pada saat wawancara. Dengan menunjukkan hasil kinerja yang terbaik dalam setiap pekerjaan tentunya kita dapat menjual diri kita dengan baik kepada pimpinan di perusahaan. Kemampuan bersosial di lingkungan kerja juga bagian dari "jual diri" ini. Dengan seringnya kita mencoba untuk berinteraksi dengan lingkungan kerja, baik rekan sekerja, bawahan ataupun atasan, kita juga sudah menjual diri kita. Sehingga orang di sekitar lingkungan kerja sangat mengenal kita, mengetahui kemampuan apa yang kita miliki, sehingga pada saat ada kebutuhan perusahaan atas suatu jabatan, yang sesuai dengan keahlian kita, para teman sekerja terlebih atasan kita langsung mengetahui bahwa kitalah orang yang tepat untuk mengisi jabatan tersebut. 


Namun yang jelas kita bisa "menjual diri" kita dengan baik bila kita juga memiliki sdm yang baik juga. Bagaimana meningkatkan SDM? ya tentunya banyak membaca, banyak belajar dan yang pasti perbanyaklah waktu untuk Blogwalking. Loh, Blogwalking? apa nyambung ya?  Iya. dengan BW banyak ilmu yang kita peroleh, dan ilmu tersebut dapat kita pakekan untuk bekal pengetahuan kita untuk mampu berbicara dengan siapa saja, sehingga kita bisa benar-benar mampu menjual diri kita.


Seorang Sales marketing, bila tidak mampu untuk menjual dirinya terlebih dahulu, tentunya dia tidak akan mampu untuk menjual apa yang diperdagangkannya. Tentunya dia akan mendapat penolakan dari orang-orang dan tidak akan pernah bisa mempresentasekan barang jualannya kepada orang lain. Gimana bisa SALES?


Jadi pals, mulailah memperdalam kemampuan sdm yang ada pada kita, sehingga kita bisa menjual diri kita kepada orang disekitar kita dengan lebih baik, tingkatkan juga kemampuan kita agar lebih mampu didalam menjalankan tugas dengan baik sehingga banyak orang yang akan ingin "membeli" kita dengan harga yang sangat mahal.


Selamat menjual pals

Wednesday, July 11, 2012

RELAX

Kepenatan dan kejenuhan kerja kadang memang dapat membuat kita merasa bosan dan timbul rasa malas untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Perasaan tersebut sangat sering mengganggu kita dan selalu mengajak kita untuk meninggalkan pekerjaan.
Terlebih suasana dikantor yang melulu begitu ke begitu saja, selalu menambah keraguan kita untuk menyelesaikan pekerjaan dikantor.
Sering sekali karena kejenuhan tersebut kita mencari alasan untuk menunda pekerjaan kita. Sehingga pekerjaan tersebut akan menumpuk dan membuat kita semakin kebingungan didalam mengerjakannya. 
Ada sebagian orang yang aku kenal, mencoba mencari alasan untuk tidak masuk kerja hanya karena malas/bosan dengan pekerjaan/profesi yang dijalankannya. Ada yang dengan alasan sakit, ada acara keluarga dan lain sebagainya. Namun aku rasa itu bukanlah suatu alasan yang paling tepat pals.

Kalo memang kita sudah merasa penat untuk melakukan segala aktivitas kita sehari-hari, cobalah untuk mengajukan cuti dan manfaatkanlah cuti tersebut dengan liburan bersama keluarga, atau teman-taman yang juga punya kesempatan cuti. Karena dengan berlibur tersebut kita bisa lebih relax dan melupakan kepenatan-kepenatan didalam rutinitas sehari-hari yang kita jalani. Namun memang liburan seperti ini butuh dana yang tidak sedikit. 

Bila kita tidak mendapat izin untuk menjalankan cuti, cobalah bekerja dengan sedikit relax, tidak usah terlalu tegang dan panik. Berusahalah selalu tersenyum dengan rekan seruangan kita, cobalah selalu bekerja dengan diselingi sebuah candaan. Namun jangan sampai bercanda dengan diselingi kerja, ntar bos anda bisa ngamuk. Atau coba ke dapur kantor untuk ambil minuman, minum segelas air putih sambil lihat-lihat pemandangan diluar kantor. Aturlah letak minuman mineral dikantor diletakkan ditempat yang berjendela sehingga para pekerja yang minum bisa sambil melihat pemandangan diluar kantor. Menarik nafas sedikit dan cobalah mengerak-gerakkan badan anda, sehingga kepenatan itu bisa hilang dan tubuh menjadi relax.

Untuk para blogger juga sepertinya ini dapat dilakukan, kepenatan dalam BW dan nulis Postingan, bisa membuat kita jenuh dalam merangkai kata-kata, baik untuk komentaran maupun postingan. Jadi cobalah untuk minum segelas air putih, kemudian bangkita dari kursi duduk dan mencoba menggerakkan badan, pasti ide-idenya selalu bisa lancar untuk muncul ke permukaan pikiran kita.

Selamat mencoba pals.

Wednesday, July 4, 2012

TukarDuid(dot)com

Rekans blogger semua, terlebih rekans blogger yang nyambi nyari tambahan uang jajan di internet, baru-baru ini aku punya pengalaman menarik pada saat berselancar di dunia maya ini.

Beberapa waktu yang lalu, aku jadi kepengin ikutan nyari tambahan uang jajan dari internetan. Setelah baca sana sini, akhirnya aku tertarik dengan bisnis forex dengan dibantu instaforex. Setelah registrasi, maka tiba saatnya aku harus menambahkan deposit untuk melakukan trading di forex. inilah kendala yang kuhadapi, karena instaforex membutuhkan pembayaran melalui e-currency, dan e-currency membutuhkan sebuah kartu kredit untuk pembayaran, sementara pada saat ini aku lagi enggan menggunakan kartu kredit untuk transaksi online karena kartu kredit kemarin terpaksa ditutup karena seringnya ada tagihan yang tak jelas masuk, mungkin sudah pernah di "bajak" oleh orang yang tidak bertanggung jawab, saat aku pakai kemaren belanja online.
Akhirnya aku saat itu urung untuk melakukan deposit di instaforex.

Sewaktu aku lagi asyik browsing dan BW, aku "nyasar" di tukarduid(dot)com. Sebuah website yang menawarkan pengisian deposit dana ke rekening instaforex kita, tanpa harus mendaftarkan nomor kartu kredit kita, kita cukup registrasi disini. Pada saat registrasi, kita membutuhkan upload file id card (KTP) kita, bila kita tidak mengupload file id card kita, kita tidak dapat melakukan transaksi di tukarduid(dot)com. 


Dan setelah selesai registrasi dan mengupload id kita, kita hanya butuh 1 sampai 2 hari untuk di verifikasi oleh tim tukarduid(dot)com. Kemudian aku mulai mencoba untuk membeli deposit di instaforex dengan menggunakan akun di tukarduid(dot)com, setelah aku melakukan order, aku langsung ke atm guna melakukan transfer, dan aku lakukan konfirmasi pembayaran.

Wwaduh mantap sekali pals, begitu aku terima konfirmasi bahwa dana saya sudah diterima oleh tukarduid(dot)com, aku langsung melihat akun instaforexku dan aku melihat dana depositku sudah bertambah. wah, aku jadi sangat senang karena aku langsung dapat ber-trading ria di instaforex, kita tidak perlu menunggu waktu lama untuk melakukan deposit di instaforex. 

Ternyata pal, di tukarduid(dot)com, bukan hanya rekening instaforex saja yang dapat diterimanya, kita mau melakukan deposit di Masterforex, LibertyReserve, FasaPayUSD, dan masih banyak lagi. Sepertinya tukarduid(dot)com ini memang sangat memenuhi kebutuhan para pencari dolar di internet, tanpa harus berurusan dengan kartu kredit. Benar-benar sangat membantu.

Bukan hanya itu saja pal, tukarduid(dot)com ini juga dapat membantu menukarkan dana deposit kita di instaforex menjadi rekening rupiah di tabungan kita, pokoknya sangat komplit pal, jadi aku rasa ndak usah bingung lagi melakukan transaksi online, karena kita ndak punya kartu kredit mungkin, atau kita takut pake kartu kredit kita pada saat transaksi online karena sudah semakin maraknya cybercrime, sudah ada tukarduid(dot)com yang dapat membantu kita untuk mengatasi masalah tersebut. 

Selamat mencoba pal, aku rasa ini sangat membantu ...

Friday, June 29, 2012

BESAR PASAK DARI TIANG

Sewaktu SD, pepatah ini sangat sering kita dengar. Pepatah ini mengajarkan dan mengajak kita untuk lebih hati-hati didalam mengatur pengeluaran kita agar jangan sampai lebih besar dari pada penghasilan yang kita peroleh.

Waduh pals, jangan sampailah ini terjadi pada sobat semua. Karena ini bukan saja nyusahin, tapi juga dapat membuat umur sobat makin cepat berkurang. Betapa peningnya kita bila harus mengeluarkan biaya yang jauh melebihi dari jumlah penghasilan kita. Didalam mengelola pengeluaran kita, memang dibutuhkan kesabaran dan kemampuan kita didalam menahan nafsu konsumerisme kita.

Umumnya orang yang mengalami hal ini adalah orang-orang yang tidak mampu dalam menahan nafsu konsumerismenya. Seperti, sering mangkal di mall, ataupun minum di cafe-cafe bonafit, pengen punya barang2 mewah. Pengen trendi, dan masih banyak lagi sebenarnya penyebab-penyebab Besar Pasak Dari Tiang ini.
Teringat dengan tulisan pak Mario Teguh pada fan facebooknya beberapa waktu lalu, kurang lebih pak Mario berkata begini, "kebanyakan orang akan jatuh miskin pada saat dia tidak ingin kelihatan miskin".
Memang sifat manusia yang konsumerisme adalah manusia yang tidak ingin kelihatan miskin oleh orang-orang disekitarnya, sehingga selalu mengupayakan barang-barang yang sebenarnya dia tidak atau belum mampu untuk penuhi. Sehingga dipaksalah dengan menggesek kartu kredit, atau membuat pinjaman kesana kemari. Alhasil, pendapatan sebesar apapun akan terasa kurang.

Seorang pekerja yang telah dihantam oleh pepatah ini, akan sangat mempengaruhi produktifitasnya. Pekerja yang terkena hal demikian akan lebih mudah terkena kemalasan dalam bekerja, karena semua pekerjaan sepertinya sia-sia dan tidak membuahkan hasil. Lebih bahayanya akibat kurangnya produktifitas, sehingga manajemen perusahaan akan menilai kita tidak cakap dalam bekerja dan akan "dirumahkan". Pasti akan lebih berbahaya lagi.

Jadi pals, lebih baik, jagalah sikap dan kenalilah siapa diri kita sebenarnya. Buatlah anggaran pengeluaran sebaik-baiknya agar tidak sampai penghasilan kita habis untuk hal-hal yang tidak berguna dan akan merepotkan kita dimasa depan kita. Biasakanlah budaya menabung terlebih dahulu sebelum memenuhi keinginan kita. Agar kita tidak susah dan pening dalam menghadapi masa depan yang belum kita ketahui apa yang bakalan terjadi.

Tuesday, June 26, 2012

MENABUNG YUK..

Berhubungan dengan memulai sesuatu yang kecil, kegiatan menabung juga dimulai dari yang terkecil. Kita tidak harus mempunyai penghasilan yang besar terlebih dahulu, baru kita mulai untuk menabung. Namun mulailah menabung dengan jumlah nominal terkecil, dan sudah pasti bila telah terkumpul, uang tabungan tersebut dapat kita pergunakan untuk keperluan-keperluan hidup kita.

Kebiasaan menabung ini sepertinya sudah hampir pudar dalam kehidupan kita, anak-anak yang sedari kecil sudah dibiasakan konsumerisme, tentunya akan membuat kita repot sebagai orang tua kelak.

Membiasakan menabung dalam kehidupan kita, justru sangat bermanfaat bila kita mulai sejak usia muda. Kebiasaan menabung sejak dari usia muda, akan sangat mempengaruhi sifat konsumerisme dalam kehidupan kita. Kita akan lebih hati-hati didalam membuat anggaran pengeluaran dalam kehidupan kita, bila kita telah menjadikan kebiasaan menabung tersebut menjadi prioritas. 

Kebanyakan orang-orang selalu mengeluhkan minimnya pemasukan mereka pada saat aku coba untuk menawarkan dalam pembukaan rekening tabungan."Makan aja syukur pak, bapak suruh saya nabung, kan ndak mungkin" begitulah kira-kira tanggapan yang sering kutemui dilapangan. Belum lagi saya bila ketemu dengan mahasiswa dan pelajar, dan mencoba untuk menawarkan pembukaan Simpedes Muda, yang memang khusus ditawarkan untuk Mahasiswa dan pelajar, mereka juga sepertinya enggan dan bilang mereka belum berpenghasilan. 

Padahal BRI telah sangat perduli dengan kebutuhan Mahasiswa dan Pelajar, sehingga BRI telah membuat suatu produk bertajuk "Simpedes Muda" yang dikhususkan untuk anak muda dari usia 12 tahun s/d 32 tahun. Untuk membuka rekening tabungan ini, cukup dengan menunjukkan Kartu Pelajar, Kartu Identitas dan membuat setoran awal Rp. 100.000,- dan setoran selanjutnya minimal Rp. 10.000,- Dengan fasilitas Real time On line, Kartu ATM, transfer dan banyak fasilitas lainnya. 

Bila kita hitung-hitung, sebenarnya orang tua selalu memberikan uang saku buat kita setiap pagi, atau setiap minggu, bulan kepada mahasiswa atau pelajar yang ngekost. Apakah dana tersebut harus kita habiskan di mall atau kantin dekat sekolah/Kampus? Tentunya sedikit saja bisa kita sisihkan untuk ditabung, biar saja kita tabung Rp. 10.000,- perminggu, tentunya sebulan kita sudah akan mendapat dana yang cukup. Dan bagaimana bila mahasiswa mulai menabung sejak semester I sampai Semester VII sebesar Rp. 10.000,- sebulan, tentunya kebutuhan dana yang besar saat akan menyusun skripsi akan lebih membantu ortu khan?

Untuk kita yang sudah bekerja dengan penghasilan mungkin dibawah Rp.2 jt setiap bulan, mungkin kita merasa bahwa menabung itu hanyalah mimpi. Karena tidak cukup. Namun coba kita sikapi dengan baik, dan coba kita buat hitung-hitungan yang lebih mantap. Bagaimana bila kita mencoba untuk menabung sebesar Rp. 100rb sebulan. Anggap saja uang Rp. 100rb tersebut adalah uang yang kita habiskan di mall. Kehidupan kita tidak akan ada pengaruh apa-apa dengan berkurangnya uang kita untuk ditabung sebesar itu khan. Bukan berarti dengan menabung Rp. 100rb tersebut, kita tidak dapat makan ataupun tidak ada ongkos transport lagi. Nah kita tunggu saja sampai 3 tahun kedepan, kita sudah punya uang yang cukup untuk ambil cuti dan berlibur. Dan tidak mesti "kasbon" terlebih dahulu baru kita dapat menikmati liburan. 

Mulailah Pals, menabung dari jumlah yang kecil, tentunya ini hanya permulaan. Bila kita sudah sanggup untuk melakukan hal yang kecil tersebut, pasti kita akan lebih semangat dan mampu untuk menabung lebih besar lagi.

selamat mencoba pals....

Friday, June 22, 2012

MULAILAH DARI YANG KECIL

Membaca komentarnya evi di postingan ku sebelumnya tentang pelayanan, jadi menimbulkan ide baru untuk postinganku ini. Memang benar setiap orang yang disuruh bekerja dengan gaji yang kecil, kebanyakan pasti menolak. dan pasti pekerjaan tersebut akan dibuat menjadi alternatif terakhir. Karena memang orang tersebut merasa tidak pantas untuk mengerjakan pekerjaan kecil tersebut. disini memang yang sering timbul adalah ego kita dan merasa pekerjaan tersebut tidak layak untuk kita kerjakan. 

Kebiasaan kita adalah sangat malu untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang dinilai kecil. Karena kita pengen selalu lebih cepat untuk memiliki penghasilan tinggi. Sehingga kita enggan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan pendapatan yang sedikit.

Sebenarnya penghasilan besar dan kecil itu bisa kita ukur dengan kemampuan dan gaya hidup yang kita bawa. Memang kalo kita bisa hidup dengan lebih sederhana, membeli hanya barang yang kita butuhkan bukan barang yang kita inginkan, dan benar-benar mampu untuk mengenali siapa diri kita, tentunya tidak ada penghasilan yang kecil dan besar di mata kita. Dan Kebutuhan kita, disesuaikan dengan penghasilan yang ada, tentunya sekecil apapun penghasilan yang kita peroleh akan lebih kita syukuri. Namun kenyataan yang ada, kita lebih sering mengutamakan keinginan dari pada kebutuhan. Sehingga suatu penghasilan yang kecil kita rasa tidak mencukupi. tidak heran, ada teman saya yang sudah pernah bekerja di Perusahaan Komunikasi terbesar di Indonesia mengundurkan diri, padahal gaji yang diterimanya sudah mencapai 8 digit angka. namun beliau masih merasa gajinya tersebut terlalu sedikit....aneh.

Kalo kita lihat pengalaman alm Pak Sudono salim, bosnya BCA, benar-benar melakukan pekerjaannya dari pekerjaan/bisnis yang paling kecil. Bukan langsung dengan bisnis yang mega trilyun seperti yang ada saat ini. 

Bila bisa lebih merenungkan lagi, sekecil apapun pekerjaan yang kita kerjakan, bila kita lakukan dengan hati yang tulus ikhlas, dengan hati yang penuh suka cita, tentunya pekerjaan tersebut akan menjadi sesuatu yang besar, baik bagi kita sendiri terlebih lagi bagi orang-orang disekitar kita. Karena dari hal kecillah kita terlebih dahulu belajar agar mampu untuk mengerjakan pekerjaan yang besar.

so...lets do the smallest things first pals......

Wednesday, June 13, 2012

KETERATURAN

Memang kalo dipikirin, hidup teratur itu memang lebih enak. Namun untuk melaksanakan keteraturan itulah yang sangat tidak mengenakkan. Karena kita akan merasa terkekang dan merasa seperti diikat oleh aturan-aturan tersebut.

Padahal, kalo kita memang pengen hidup lebih baik lagi, dan berencana untuk peningkatan kinerja kita sebagai pekerja, sangatlah dibutuhkan keteraturan tersebut.

Jadi teringat dengan teman SMA, yang kemaren mengikuti pendidikan di STPDN, dia bercerita bagaimana teraturnya kehidupan mereka selama mengikuti pendidikan. Mulai dari jam bangun pagi, sampai dengan jam makan malam, dan jadwal-jadwal lainnya yang sudah diatur, kemudian jenis pakaian yang digunakan selama pendidikan yang diatur, cara makan, cara berbicara dan lain sebagainya, kalau menurut dia itu sangat mengekang dan mengikat. Namun setelah penempatan bekerja sebagai Camat di Tarutung, dia merasa sangat bebas dari segala peraturan sehingga hidup sesuka-sukanya tanpa perhitungan, sehingga tidak ada keteraturan lagi dalam kehidupannya. Padahal sudah seharusnya sebagai seorang pemimpin di sebuah kecamatan, dia menerapkan peraturan dan kedisiplinan tersebut ditengah-tengah pegawainya terlebih ditengah masyarakat yang dipimpinnya. Dia sering tidak masuk kerja, kekantor kadang pakaian bebas dan banyak lagi peraturan yang dilanggar oleh dia. sehingga akhirnya Bupati pada saat itu tidak memberikan kepercayaan kepadanya lagi sebagai Camat, dan ditarik menjadi Kasub di kantor Bupati Tarutung.

Maksudku disini bukan menceritakan keburukan temanku itu, tapi yang tertangkap olehku disini adalah bagaimana sebenarnya keteraturan tersebut ataupun peraturan tersebut dapat membawa kebaikan bagi kita bila kita jalankan dengan sebaik-baiknya. 

Dengan adanya keteraturan, segalanya akan terasa lebih mudah, karena hidup yang teratur akan terasa lebih nyaman untuk dijalani dari pada semuanya menjadi serabut. Di jalan raya, bila semua mau teratur tentunya kemacatan tidak akan pernah terjadi berlama-lama, pasti semuanya bisa lebih mudah. Dan pasti banyak sekali hal-hal yang positif akan terjadi bila kita hidup secara teratur. Aktivitas blog baik BW maupun nulis artikel pasti akan lebih mudah dan tidak membuat kepala jadi pusing bila kita mau teratur. Sebenarnya untuk hal ini aku sendiri terkadang belum bisa teratur .....heheheheh. Namun setelah mengerti keuntungan dari keteraturan, mungkin bisa lebih baik kedepannya.
Jadi pals, jangan pernah merasa terkekang untuk menjalani keteraturan itu, sebab segala yang teratur pasti akan lebih baik dari pada yang sembrawut, benar khan pals? Menurut pals gimana?