Sekarang ini, orang-orang cendrung memikirkan diri sendiri, terlebih lagi cendrung memandang tidak penting kapada orang2 yang dinilai tidak menguntungkan. Apalagi dengan orang2 yang kurang sepaham dengannya, pasti akan cendrung melakukan penolakan.
Buat yang menolak, tentunya ini tidak masalah buat mereka, namun bagaimana yang merasa tertolak tersebut? Apakah orang yang menolak seseorang itu jauh lebih baik dari orang yang ditolaknya? apakah Orang yang ditolak tersebut tidak perlu diperhatikan perasaan dan kebutuhannya?
Apalagi terhadap orang yang pernah melakukan kesalahan dan telah mendapatkan hukuman atas kesalahannya tersebut. Orang tersebut telah mendapatkan hukuman, dan terus juga dihukum dengan penolakan-penolakan dari orang2 yang ada disekitarnya.
Kadang kita memang tidak menyadari dengan hal tersebut, karena kita memang kadang cendrung menolak orang-orang yang tidak sepaham dengan kita, atau kita mungkin merasa risih bila bertemu dengan orang2 yang menurut kita perlu dihindari. Dan selalu kita membesar-besarkan masalah bila kita memiliki masalah dengan mereka.
Tanpa kita sadari, terkadang penolakan yang kita lakukan tersebut mungkin dapat memberikan suatu efek yang kurang baik dengan kita, misal saja, orang yang kita tolak tersebut akan balik menyerang kita. Karena orang yang merasa tertolak biasanya cendrung untuk melakukan tindak kejahatan dari pada orang yang merasa mendapatkan ketenangan dari kita. Orang yang merasa tertolak, pasti akan selalu berupaya untuk dapat menunjukkan dirinya, bahwa dia sebenarnya tidak pantas untuk ditolak. Jadi baiknya, kita mencoba selalu bersahabat dengan setiap orang, namun jangan pernah orang tersebut mempengaruhi pendirian kita, biarlah kita dengan keyakinan kita, mereka dengan keyakinan mereka, Dan tidak perlu kita memaksa orang untuk mengikuti keyakinan kita, biarlah mereka menentukan sendiri keyakinannya. Aku rasa dengan begita, mungkin kedamaian akan selalu kita alami.















